JavaScript Menu Powered by ?
Website Resmi Pemerintah Kota Salatiga


Link
LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik)

KPU Kota Salatiga

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kota Salatiga

Badan Pembinaan Hukum Nasional

Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah
 
Berita   Batik Plumpungan Angkat Nama Salatiga

Kamis, 16 Oktober 2014
Batik Plumpungan Angkat Nama Salatiga

SALATIGA - Tahun ini genap satu dasawarsa bagi Bambang Pamulardi berupaya mengangkat Salatiga melalui batik. Dalam ikhtiarnya selama itu, dia mengaku kenyang mengecap suka duka. Dia pernah mengecap manisnya kesuksesan ketika pesanan membanjir, dan pernah pula mengalami pahitnya bisnis.

Saat ditemui, Bambang yang juga PNS di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Salatiga ini mengaku, saat ini, tengah berupaya membangkitkan kembali batik plumpungan yang dirintisnya sejak 2004. Diakui, sejumlah kendala dalam beberapa tahun terakhir membuat pamor batik plumpungan meredup.

Menurut ayah tiga anak ini, selama ini batik plumpungan mampu mengangkat nama Salatiga di pentas nasional. Indikasinya, batik bermotif dasar batu prasasti yang menjadi landmark Salatiga tersebut masih kerap dipesan oleh pengusaha dari luar daerah. "Terakhir, ada pengusaha asal Jakarta mengajak kerja sama," kata Bambang.

Perkampungan Batik
Namun, karena sejumlah keterbatasaan yang ada saat ini, tawaran tersebut tak lantas disanggupi. Pasalnya, pengusaha tersebut mensyaratkan suplai barang dalam jumlah besar karena bermain di ranah ekspor. Terkait produktivitas, Bambang mengaku saat ini masih mencari strategi yang tepat guna memenuhi permintaan pasar yang besar.

Salah satu solusi yang saat ini terbesit di benaknya adalah menciptakan sebuah perkampungan batik di Salatiga. Kebetulan, ada dua dosen dari UKSW yang berminat membantu dirinya untuk mewujudkan rencana tersebut, yakni Dr Retnowati dan Prof Wiranto.

Nantinya, akan digelar pelatihan pembuatan batik yang melibatkan warga masyarakat. Pihaknya membidik warga di Dusun Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul untuk bersama-sama mengembangkan usaha batik khas Salatiga. "Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat," imbuh suami dari Yuni Astuti ini.

Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya berharap dukungan dari Pemkot melalui dari dinas terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubkombudpar).

"Untuk kembali membangkitkan batik plumpungan dibutuhkan tidak hanya modal. Perlu SDM yang memadai, promosi yang efektif dan juga pasar," ucap Bambang saat ditemui di rumah sekaligus workshopnya di Perum Puri Satya Permai Blok IV/5, Kemiri, Sidorejo ini. (Dian Chandra-64)


Sumber: Suara Merdeka, Kamis Pon, 16 Oktober 2014, halaman 30

Berita ini telah dibuka sebanyak 671 kali. 

2014-10-16_BatikPlumpunganAngkatNamaSalatiga.jpg




« Daftar Berita







  Radio Streaming Radio Suara Salatiga
Suara Salatiga
Radio Suara Salatiga 99.9 FM
- Live Streaming -





Info Penting

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2009
 (3.081.304 bytes)

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2011
 (7.073.363 bytes)

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2012
 (8.173.109 bytes)

»Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2011-2016
 (3.880.127 bytes)

»Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025
 (482.317 bytes)

»Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2016
 (2.855.027 bytes)

»Data Pembangunan Tahun 2015
 (7.038.446 bytes)

»Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2017
 (3.971.838 bytes)

[Dikirim oleh: Bappeda]


  © 2011- 2016 Pemerintah Kota Salatiga   Kontak: humas@salatigakota.go.id